Friday 29 September 2017

KULIAH ATAU KERJA

Jaman telah berubah. Pendidikan sekarang semakin mudah. Sekolah/kuliah ada dimana-mana dengan berbagai jurusan. Tinggal ada biaya ...... beres.

Menuntut ilmu (sekolah) setinggi-tingginya memang bagus bahkan wajib. Tapi kadang kita lupa bahwa tanggung jawab orang tua bukan hanya "mengkuliahkan" anak, tetapi sejatinya menyiapkan anak untuk mencapai salah satu tujuan akhirnya yaitu mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik.

Tetapi apalah apalah......
Semakin mudah pendidikan itu diakses, semakin banyak lulusan S1 (sarjana), konsekuensinya adalah semakin susah mencari dan mendapatkan pekerjaan. Menurut data BPS, catatan Februari 2016 menunjukkan bahwa sarjana penganggur mencapai 695 ribu jiwa. Itu meningkat 20 persen dibanding catatan Februari 2015. Belum lagi tahun 2017. ( https://www.jawapos.com/read/2017/01/30/105943/sarjana-menganggur-semakin-banyak).

Oleh karena itu perlu juga kiranya menyusun strategi yang jitu untuk mensiasati perkembangan ini. Misalnya :

1. memilih sekolah menengah yang berafiliasi kepada keahlian tertentu yaitu dengan masuk sekolah kejuruan (SMK), setelah lulus langsung mencari peluang kerja, dan nanti melanjutkan kuliah sambil bekerja.
2. Setelah lulus SMU/SMK, lanjut kuliah dengan tetap sambil mencari peluang kerja.

Mungkin dengan strategi ini kita dapat menang satu langkah dalam persaingan dunia kerja.

Tuesday 2 May 2017

MEMPERBAIKI GITAR AKUSTIK YANG BANTET

Kemarin baru saja beli satu buah gitar  akustik folk yang murahan aja.  Pas dicoba ditoko tidak ada masalah, maksudnya bisa bunyi...he...he...he...
Dirumah sudah ada sih punya gitar klasik Yamaha C315.  Enak dimaininnya.  Ketika mencoba gitar yang baru itu, hadeh...susah bunyinya, alias bantet walaupun nada yang dihasilkan tidak fals.  Saya pikir memang seperti itu barangkali, namanya juga gitar murahan.
Lama juga saya pertahankan seperti itu. Sampai suatu saat kedua gitar itu saya pandangi dalam-dalam...cieee...Hasil/kesimpulan yang didapat adalah pembuatan gitarnya kurang keker,  Jarak antara senar dengan permukaan Fingerboard terlalu tinggi,  ini berakibat tidak nyaman ketika jari memencet senarnya. Tercetuslah ide untuk meng-oprek tuh gitar baru, yaitu mengurangi jarak/ketinggian antara senar dengan permukaan fingerboard.

gambar bagian-bagian gitar

ket :

  • Fingerboard :  Papan panjang tempat fret yang membagi wilayah nada
  • Nut  :  Berfungsi untuk mengatur penempatan senar agar tetap konsisten pada tempatnya
  • Fret :  Logam melintang pada sepanjang fingerboard untuk membagi wilayah nada
  • Saddle :  Seperti nut tapi tempatnya pada badan gitar


Untuk memperbaikinya,
Bahan :

  • obeng kecil
  • kikir
  • gergaji besi kecil
  • cutter
cara :

  1. Perkirakan berapa mili kita akan menurunkan ketinggian senar. Kalau punya saya, Saddle-nya yang terlalu tinggi. Jaraknya relatif kali yaa (yang penting senar tidak menyentuh fret ketika dipetik dan bergetar).
  2. lepas semua senar.
  3. Lepas saddle (penyangga senar) dengan bantuan obeng kecil dengan cara dicongkel. Cari obeng kecil yang ujungnya agak lancip.
  4. Kurangi tingginya saddle sesuai dengan perkiraan kita (poin 1), potong dengan gergaji beri yang kecil.
  5. Rapikan bekas potongan dengan cutter.
  6. Pasang kembali saddle dan semua senar.
  7. Stem gitar kembali.
  8. Cek dengan cara menekan dan memetik Senar Satu  disemua nada dari ujung sampai kepangkal fingerboard. Ulangi untuk senar 2, 3 sampai senar 6.
  9. Kalau ada senar yang nyangkut ke fret, dipapas dengan bantuan kikir secara hati-hati supaya tidak merusak permukaan fingerboard.
  10. Kalau banyak yang nyangkut berarti terlalu banyak memotong saddlenya, Cara mengatasinya bisa ditambah tingginya dengan mengganjal dengan kertas atau plastik pada bagian bawah saddle sehingga tingginya bertambah.
  11. Seperti pada saddle, cek juga ketinggian nut, kalau terlalu tinggi dikikir pada celah tempat lewat senar.
Ok...Selesai,   gitar jadi enak dimainin.....

sumber gambar

Thursday 2 March 2017

MENGHAPUS EMAIL DAN PASSWORDS YANG MELEKAT DI FACEBOOK

Sebenarnya mau menyimpan atau tidak email beserta paswords-nya sudah ditawarkan pada saat kita mau masuk (login) ke facebook oleh browser yang kita pakai. Tujuannya adalah untuk mempermudah user masuk ke halaman facebook dilain-lain kesempatan pada perangkat yang sama. Jadi tinggal strategi kita, apakah aman kalau menyimpan email dan passwords. Pertimbangannya adalah perangkat yang kita pakai apakah personal atau milik bersama.
Namun apabila email dan passwords sudah terlanjur tersimpan, maka ada beberapa cara untuk mnghilangkan riwayatnya.  Ada yang bisa langsung dengan shif+Del, yaitu dengan cara menyorot email pada halaman login kemudian tekan Shif+Del.  Atau kalau masih belum berhasil, bisa dicoba cara berikut :



1.   Masuk ke pengaturan browser (klik pada  titik 3 dipojok kanan atas pada Google Chrome), tanda panah merah.


2.   Pilih Setting, Passwords and Forms, kemudian klik Manage Passwords


maka akan muncul daftar email dan password yang tersimpan dibrowser, Silahkan pilih dan klik tanda silang yang menyertainya, kemudian tekan Done.  Seperti gambar berikut :




3.   Selesai,  semoga berhasil

Tuesday 5 January 2016

WAKTU YANG TERSISA

waktu yang tersisa
Danang & Sasa

Tahun 2016 adalah tahun yang betul betul baru bagiku. Aku seperti orang yang baru lahir dilingkungan kerja dikantor, walaupun sudah terhitung 12 tahun bekerja.

Mulai awal januari tahun 2016 ini ada penyesuaian jam kerja baru.  Semjua kena dampaknya, termasuk aku, harus beradaptasi ulang. Karyawan pagi, yang biasanya masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 14.00, sekarang waktunya ditambah 2 jam sehingga sampai pukul 16.00.  Dan aku sebagai karyawan shif sore, yang biasanya masuk pukul 14.00 s.d 21.00,  sekarang dirubah menjadi pukul 12.00 s.d 19.00.  Khusus untuk kasus aku, ini terjadi karena yayasan menutup Kelas Eksekutif di perguruan tinggi tempat aku bekerja. Dimana Kelas Eksekutif ini biasanya kuliah sampai jam sembilan malam.

Yang jadi masalah adalah menumpuknya karyawan pagi dan sore yang terjadi antara pukul 12.00 sampai 16.00. Apa yang mereka kerjakan disaat itu. Seperti aku saat ini duduk dimeja yang "kosong". Apa yang bisa aku kerjakan? Peralatan kerja masih dipakai oleh karyawan pagi. Aku tengok semua seperti sibuk bekerja. Entah betul-betul bekerja atau pura-pura saja, yang mana mereka sebenarnya lagi berselancar. Wallahu'alam ....

Aku adalah tipe orang yang risih dan merasa berdosa bila digaji tapi tidak bekerja. Dulu, aku pernah bekerja di pabrik. Aku sering melihat orang dengan enaknya sembunyi dibalik balik peti/kontainer tidur-tiduran tidak bekerja.  Nah...Aku ndak bisa seperti itu.  Itulah kenapa pada saat itu aku tidak bisa bertahan lama bekerja. Aku merasa tenagaku tidak bisa aku berikan maksimal, Sehingga aku pindah bekerja ketempat lain. Tapi sekarang? ... apalah-apalah.  Sebaiknya aku nikmati saja diwaktu yang tersisa ini.

KULIAH ATAU KERJA

Jaman telah berubah. Pendidikan sekarang semakin mudah. Sekolah/kuliah ada dimana-mana dengan berbagai jurusan. Tinggal ada biaya ...... ber...