Showing posts with label Unek-Unek. Show all posts
Showing posts with label Unek-Unek. Show all posts

Tuesday, 5 January 2016

WAKTU YANG TERSISA

waktu yang tersisa
Danang & Sasa

Tahun 2016 adalah tahun yang betul betul baru bagiku. Aku seperti orang yang baru lahir dilingkungan kerja dikantor, walaupun sudah terhitung 12 tahun bekerja.

Mulai awal januari tahun 2016 ini ada penyesuaian jam kerja baru.  Semjua kena dampaknya, termasuk aku, harus beradaptasi ulang. Karyawan pagi, yang biasanya masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 14.00, sekarang waktunya ditambah 2 jam sehingga sampai pukul 16.00.  Dan aku sebagai karyawan shif sore, yang biasanya masuk pukul 14.00 s.d 21.00,  sekarang dirubah menjadi pukul 12.00 s.d 19.00.  Khusus untuk kasus aku, ini terjadi karena yayasan menutup Kelas Eksekutif di perguruan tinggi tempat aku bekerja. Dimana Kelas Eksekutif ini biasanya kuliah sampai jam sembilan malam.

Yang jadi masalah adalah menumpuknya karyawan pagi dan sore yang terjadi antara pukul 12.00 sampai 16.00. Apa yang mereka kerjakan disaat itu. Seperti aku saat ini duduk dimeja yang "kosong". Apa yang bisa aku kerjakan? Peralatan kerja masih dipakai oleh karyawan pagi. Aku tengok semua seperti sibuk bekerja. Entah betul-betul bekerja atau pura-pura saja, yang mana mereka sebenarnya lagi berselancar. Wallahu'alam ....

Aku adalah tipe orang yang risih dan merasa berdosa bila digaji tapi tidak bekerja. Dulu, aku pernah bekerja di pabrik. Aku sering melihat orang dengan enaknya sembunyi dibalik balik peti/kontainer tidur-tiduran tidak bekerja.  Nah...Aku ndak bisa seperti itu.  Itulah kenapa pada saat itu aku tidak bisa bertahan lama bekerja. Aku merasa tenagaku tidak bisa aku berikan maksimal, Sehingga aku pindah bekerja ketempat lain. Tapi sekarang? ... apalah-apalah.  Sebaiknya aku nikmati saja diwaktu yang tersisa ini.

Tuesday, 17 November 2015

YANG PEKA TERHADAP LINGKUNGAN

yang peka terhadap lingkungan

Sedih sekaligus prihatin mendengar berita tentang seorang pelajar tingkat tinggi (mahasiswa) yang terlibat membunuh dan memakan hewan yang dilindungi undang-undang. Bahkan berpose dengan bangganya bersama  hewan buruannya itu, yaitu beberapa ekor kucing hutan yang sudah mati .

Banyak kasus-kasus lain yang butuh perhatian. Tidak hanya oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh elemen bangsa.  Terlebih bagi mahasiswa yang seharusnya berada didepan untuk mengawal perjalanan bangsa ini. Seperti halnya kasus :  kabut asap, pencemaran/limbah, masalah-masalah kesehatan masyarakat, bencana alam dan lain-lain.

Sebagai mahasiswa,  Komputer, Matematika, Agama, Bahasa Indonesia atau apapun jurusannya sudah selayaknya peka dengan lingkungannya. Lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik, termasuk lingkungan biologi. Bukankah disetiap perguruan tinggi ada diajarkan mata kuliah dasar diantaranya seperti : Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Ilmu alamiah Dasar dll. Inilah mata kuliah penting yang akan membekali generasi muda  yang akan memimpin Indonesia dimasa yang akan datang. Tetapi apa lacur. Mata kuliah ini seperti angin lalu yang lewat tanpa bekas. Padahal ilmu-ilmu inilah yang dapat diandalkan untuk merevolusi mental bangsa.

Marilah mulai dari sekarang kita memaknai pelajaran-pelajaran dasar yang diajarkan diperguruan tinggi sebagai mata pelajaran yang penting yang akan menjadikan generasi muda yang perduli terhadap lingkungan dengan segala aspeknya.


Thursday, 6 March 2014

Kebutuhan beras kalimantan selatan



Jumlah Penduduk Kalimantan Selatan Menurut Kabupaten/Kota, Jenis Kelamin  2010
(hasil sensus penduduk 2010 angka final)











Kabupaten/Kota
Laki-laki
Perempuan
Total



TANAH LAUT
          152,385
          143,948
          296,333



KOTABARU
          151,586
          138,556
          290,142



BANJAR
          257,320
          249,519
          506,839



BARITO KUALA
          138,357
          137,790
          276,147



TAPIN
             84,626
             83,251
          167,877



HULU SUNGAI SELATAN
          105,766
          106,719
          212,485



HULU SUNGAI TENGAH
          121,518
          121,942
          243,460



HULU SUNGAI UTARA
          102,351
          106,895
          209,246



TABALONG
          111,086
          107,534
          218,620



TANAH BUMBU
          139,686
          128,243
          267,929



BALANGAN
             56,504
             55,926
          112,430



BANJARMASIN
          312,740
          312,741
          625,481



BANJARBARU
          102,285
             97,342
          199,627



jumlah
       1,836,210
       1,790,406
       3,626,616




Ketersediaan padi di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2012 (ARAM PROVINSI) sebesar 2.053.307 ton atau setara beras 1.288.245 ton dan kebutuhan beras sebesar 566.702 ton. perimbangan beras antara produksi dan kebutuhan adalah surplus sebesar 721.543 ton.

Kebutuhan beras masyarakat Kalimantan Selatan perhari menjadi 566.702 ton : 365 hari = 1.552,61 ton

Dari sini kalau dihitung kebutuhan beras perorang/tahun = 566.702.000 : 3.626.616 = 156,26 Kg/tahun atau 0,43 kg/orang/hari.

Bagaimana dengan surplus sebesar 721.543 ton? Ini berarti masih dapat menjamin satu tahun kedepan lagi dengan masih sisa 721.543 ton -566.702 ton = 154.841 ton, atau cukup untuk stok satu tahun 100 hari, dengan asumsi tidak ada pertambahan jumlah penduduk. Kayanya aman....
Produksi padi tahun 2013 (ARAM II  2013) diperkirakan sebesar 1,990  juta ton GKG, turun sebesar 95.432 ton  (4,57 persen) dibandingkan tahun 2012.  Produksi padi tahun 2011 (ATAP) sebesar 2,038 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat sebanyak 196 ribu ton (10,65 persen) dibandingkan tahun 2010.

Ada indikasi penurunan produksi, walaupun mungkin hanya insidentil karena suatu faktor tertentu yang mungkin bisa kembali lagi atau bahkan meningkat di tahun berikutnya. Mudah-mudahan...


EKSISTENSI BERAS GAMBUT

Gambut dalam konteks ini adalah sebuah daerah di Kalimantan Selatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Banjar, berbatasan dengan kota Banjarmasin. Struktur tanahnya memang sebagian besar adalah lahan gambut. Masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut karena letaknya yang tidak jauh dari muara sungai besar yang keluar ke Laut Jawa.  
Disinilah dihasilkan beras gambut yang sangat digemari oleh masyarakat banjar, yaitu jenis beras unus dan karang dukuh. Jenis inilah yang sudah melekat di lidah urang banjar, sulit digantikan dengan beras jawa/cianjuran yang sebenarnya lebih punel.
Mengiringi perkembangan jaman sekarang ini, maka arus pembangunanpun ikut menyerempet kedaerah persawahan di Gambut. Tidak sedikit areal persawahan yang disulap menjadi kawasan pemukiman, pergudangan, bahkan perumahan elite sekelas apartemen. Dengan dibukanya jalan baru yang menghubungkan pelabuhan kearah luar kota, otomatis menjamur juga pembangunan gedung gedung untuk pergudangan.  Makin tersingkirlah sawah-sawah.
Mudah-mudahan hal ini sudah diperhitungkan oleh pemerintah terkait, agar lahan persawahan penghasil beras unus tidak akan pernah musnah dimakan oleh zaman.  






Saturday, 16 November 2013

AMATIR RADIO 3,5 mHz 80 M Band


QRA : Calon Amatir BRAVO KOMAR
QTH  : BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN



Rindu kawan breaker amatir radio3,5 mHz, 80 M Band. Khususnya rekan Kal-Sel, Kal-teng, Kal-Tim. Juga seluruh breaker yang pernah kontek di seluruh Indonesia, sekitar tahun 85-an.....s.d 2000-an.

Dulu pakai perangkat rakitan sendiri pesawat transistor 80 M Band. Antena bentang OPEN DIPOLE 1/4 Lamda, dengan panggilan B (Bravo) KOMAR. Melanglang buana ke Sulawesi, Jawa, Bali, sampai Ja-Bar dan Jakarta. QSL Card pun masih tersimpan didalam laci.

Seiring waktu yang berjalan, gelombang pendek (HF) sudah tidak lagi ramai dipakai. Entah sekarang masih bernafas atau tidak lagi. Biasanya untuk monitor menggunakan radio gelombang pendek (SW1). Sekarang susah untuk monitor karena terkena interferen dari lampu hemat energi yang mengeluarkan desau pada frekwensi radio SW1.

Bukan ingin kembali lagi ke gelombang pendek, hanya ingin bernostalgia dengan rekan-rekan yang sekarang mungkin masih berdomisili sekitar Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Pelaihari, Anjir, Kapuas dan Palangkaraya

Kapan bisa copy darat lagi..........

Wassalam,

BRAVO KOMAR
























Friday, 15 November 2013

PEMILU.....PILIH yang mana BROO?

Tidak berapa lama lagi kita akan mendapati pesta demokrasi. Yaitu PEMILU 2014 untuk memilih orang-orang yang akan mewakili kita diparlemen. Bingung juga.....sama sekali tidak ada bayangan untuk memilih siapa dan siapa.

Kalau melihat hasil pemilu yang lalu-lalu, rasanya miris juga dengan banyaknya kasus-kasus yang melibatkan anggota dewan yang terhormat itu. Banyak dalam arti kuantitas maupun kualitasnya, yaitu jumlah kasus dan banyaknya nilai kerugian sebagai akibatnya. Tidak hanya pada satu partai tetapi sudah berjamaah kebanyak partai.

Menurut Seskab, selama masa pemerintahannya, Presiden  SBY telah mengeluarkan izin pemeriksaan pejabat negara dan anggota dewan sebanyak 176 orang yang terlibat kasus hukum. Dari jumlah itu 79 % nya merupakan kasus korupsi dan sisanya merupakan kasus pidana lainnya.
Dari data izin pemeriksaan yang dikeluarkan oleh Presiden terdapat data politisi dari partai politik sebagai berikut :
1. Partai Golkar sebanyak 64 Orang politikus atau setara dengan 36 %
2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak 32 orang politikus atau setara dengan 18 %
3. Partai Demokrat 20 orang politikus atau setara dengan 11 %
4. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebanyak 17 orang politikus atau 9,65 %
5. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak 9 orang politikus atau 5 %
6. Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 7 orang politikus atau 3,9 %
7. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 4 orang politikus atau 2,27 %
8. Partai Bulan Bintang (PBB) sebanyak 2 orang politikus atau 1,14 %
Data yang dipublikasikan oleh Seskab ini memkonfirmasi berkembangnya opini bahwa kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat negara baik di eksekutif maupun legislatif banyak melibatkan politikus partai politik. Atau kesimpulan para aktifis anti korupsi yang menyatakan bahwa persemaian praktik korupsi itu banyak terjadi dan dilakukan oleh Parpol.
Banyak modus yang dilakukan, hanya jika melihat berbagai pemberitaan di media massa baik cetak maupun elektronik, mereka berkolaborasi antara politikus yang menjadi pejabat negara di eksekutif dengan politikus di lembaga eksekutif. Kasus Nazarudin dengan Wisma Atlet, Hambalang, pengadaan daging sapi, dll, kasus pengadaan Al-Qur’an di Depag, kasus penyalahgunaan APBD cenderung melibatkan kerjasama keduanya (Kompas.com).
 
Melihat keadaan yang seperti ini, lantas motivasi apa yang bisa membuat masyarakat berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memilih wakilnya? 

BEBERAPA TIPE PEMILIH

A. Pemilih Visual

Mungkin kriteria yang pertama dilihat oleh pemilih yang sedikit kreatif adalah visualisasi dari caleg, antara lain :
  • Ganteng apa tidak
  • Tua atau muda
  • Laki apa perempuan
  • Pakai jas, kopiah (haji), Sorban, jilbab, dll.
Faktanya, semua itu tidak berkorelasi dengan kinerja yang didambakan oleh masyarakat. Ternyata semuanya perhiasan belaka.

B. Pemilih Wani Piro

Kriteria yang lain yaitu :
  • Wani piro
Kayanya pemilih jenis ini komunitasnya lebih banyak. Sehingga dengan jurus "segala cara" dari para caleg, golongan mereka inilah banyak yang menjadi sasaran empuk para calon politisi yang pinter. Modal yang besar tentu saja harus digelontorkan  dalam menghadapi pemilu nanti. Yang namanya modal berdasarkan hukum ekonomi, harus kembali paling tidak impas, dan tentunya diharapkan kembali dalam jumlah lebih besar berpuluh kali lipat. Haaaah........ Untuk golongan yang ini sebaiknya ambil uangnya, pilihan tetap sesuai hati nurani.

C. Pemilih Visi dan Misi

Kriteria berdasarkan visi dan misi sepertinya menjanjikan. Dimana mereka mempunyai tujuan yang jelas setelah nanti berhasil menjadi wakil rakyat. Tetapi inipun sangat nisbi. Pertama, mana kita tahu isi hati seseorang. Dia berkata biru, mungkin saja didalamnya merah. Kedua, tujuan sudah jelas ada didepan, tetapi dolar ada disamping kiri dan kanan. Bisakah para wakil itu berkaca-mata kuda, sehingga mereka hanya memandang lurus kedepan? Wallahu A'lam.

D. Pemilih Golput

Ternyata golput juga pilihan
Berikut hasil perolehan suara pada pemilu 2009:
  1. Partai “Golput” : 39,1% suara
  2. P Demokrat :  12.7%
  3. P Golkar  :  8.8%
  4. PDIP  :  8.5%
  5. PKS  : 4.8%
  6. PAN  :  3.7%
  7. PPP  :  3.2%
  8. PKB  :  3.0%
  9. Gerindra :   2.7%
  10. Hanura  :  2.3%
Jelas Partai golput adalah pemenangnya

Mari kita berpartisipasi didalam pesta, dan berangan-angan lagi menjadikan parlemen yang bersih. Terserah mau pilih berdasarkan apa. Yang jelas kita bebas, tidak ada paksaan. 
Mencoba ikut menambah bumbu dan  berharap mendapat  kelezatan kue demokrasi sesuai dengan selera kita.  




KULIAH ATAU KERJA

Jaman telah berubah. Pendidikan sekarang semakin mudah. Sekolah/kuliah ada dimana-mana dengan berbagai jurusan. Tinggal ada biaya ...... ber...